Sumbar, Polda Sumatera Barat (Sumbar) memberikan keterangan perkembangan musibah bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah hukumnya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik mengatakan, bencana alam tersebut terjadi di wilkum Polres Padang Panjang, Polres Tanah Datar dan Polresta Bukittinggi.
“Hingga sampai sekarang data yang dihimpun dengan perincian korban sebagai berikut, meninggal dunia 33 orang, luka berat 26 orang, luka ringan 20 orang, hanyut belum ditemukan 22 orang,” katanya, Minggu (12/5) malam sekira pukul 20.30 WIB.
Dalam peristiwa itu, kerugian materiil terdiri dari rumah 231 unit, Masjid 6 unit, Mushalla 13 unit, Jembatan putus 14 buah, Jalan putus 2 ruas, Kedai (warung) 21 unit, Excavator 1 unit, kendaraan R4 4 unit, kendaraan R6/truk 3 unit, dan sepeda motor R2 sebanyak 5 unit.
Untuk data korban di Rumah Sakit (RS), korban MD (meninggal dunia) di RSU Bukittinggi 18 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 3 perempuan. “Sebanyak 13 orang korban sudah diserahkan ke keluarga,” ujarnya.
Kemudian, di RS Bhayangkara terdapat 7 orang. 4 orang belum teridentifikasi, dan 3 orang sudah teridentifikasi an. Marcel, Pramudia, Afifa, Faiza (10 th). 1 orang korban sudah dijemput, dan 6 lainnya belum. Selanjutnya di RS Aliah Nafiah Padang Panjang, 8 orang MD dengan 7 korban sudah dijemput, dan 1 belum.
Kabid Humas menerangkan, pihaknya telah mendirikan 5 Posko, terdiri dari 3 Posko di Bukittinggi, 1 Posko di Padang Panjang dan 1 Posko di Tanah Datar.
Selain itu, Polda Sumbar juga mendirikan dapur lapangan serta menyediakan mobil penyaring air bersih (mobil water treatment).
“Kami masih melakukan penyisiran korban di sungai dan melakukan pendataan korban di RS oleh Tim DVI,” pungkasnya.(*)









