Menu
Portal Berita Terpercaya dan Terkini
banner 325x300

Tarok City, Warisan Bupati Ali Mukhni Menuju Episentrum Ekonomi Baru

  • Share

Oleh: Wiztian Yoetri (Wartawan Senior)

Tarok City sedang dipersiapkan menjadi kawasan pendidikan sekaligus episentrum ekonomi baru Padang Pariaman. Kawasan seluas 697 hektare di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 × 11 Kayutanam, itu menyimpan potensi besar untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

banner 325x300

Gagasan sekaligus kini, menjadi warisan tersebut berawal dari terobosan mendiang Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, sekitar 2017–2018. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat itu melakukan perubahan tata ruang kawasan, dari peruntukan perkebunan menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) dan fasilitas publik.

Konsultan senior Sumatera Barat, Haji Zulkarnain BAE, termasuk orang yang sejak awal terlibat dalam perencanaan kawasan tersebut. Ia ikut merancang penzoningan kawasan sekaligus mengusulkan penggunaan nama Tarok City, yang merujuk pada Korong Tarok di Nagari Kapalo Hilalang.

Menurut Zulkarnain, gagasan Ali Mukhni memiliki visi jangka panjang. Tarok City dirancang sebagai kawasan yang menghimpun sejumlah perguruan tinggi dan lembaga publik dalam satu kawasan.

“Kawasan Tarok City kelak bisa menjadi terobosan pertama di Indonesia, menjadi tempat berkumpulnya sejumlah kampus berbagai perguruan tinggi. Selain itu, juga akan menjadi denyut nadi pusat pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman di masa depan,” ujar Zulkarnain.

Kawasan Pendidikan

Lahan negara seluas 697 hektare tersebut memiliki dasar pemanfaatan berdasarkan kebijakan pertanahan dan tata ruang pemerintah. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kemudian menetapkan kawasan tersebut sebagai Kawasan Pendidikan Terpadu serta lokasi berbagai fasilitas publik.

Dalam rancangan pengembangannya, sejumlah perguruan tinggi mendapatkan alokasi lahan. UNP, misalnya, memperoleh sekitar 150 hektare untuk pengembangan kampus. ISI Padangpanjang mendapat alokasi sekitar 40 hektare, demikian pula Politeknik Negeri Padang. UIN Imam Bonjol Padang juga termasuk dalam rencana pengembangan kawasan.

Selain perguruan tinggi, Tarok City dirancang untuk menampung berbagai fasilitas publik, seperti rencana pembangunan fasilitas pendidikan dan pelatihan pemerintah, rumah sakit vertikal, serta fasilitas kelembagaan lainnya.

Menurut Zulkarnain, konsentrasi institusi pendidikan tersebut akan membentuk ekosistem baru. Kehadiran mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai aktivitas akademik akan menciptakan permintaan terhadap hunian, transportasi, makanan, perdagangan, jasa, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Di titik inilah Tarok City berpotensi berkembang sebagai kawasan ekonomi baru.

Efek Ekonomi

Zulkarnain menyebut perubahan nilai tanah sebagai salah satu indikasi awal dampak pengembangan kawasan. Menurut dia, harga tanah masyarakat di sekitar Tarok City yang sebelumnya berada pada kisaran Rp30.000–Rp50.000 per meter persegi berpotensi meningkat hingga Rp300.000–Rp400.000 per meter persegi.

Angka tersebut perlu dilihat bersama data transaksi tanah dan perkembangan pembangunan kawasan. Namun, secara ekonomi, meningkatnya aktivitas pendidikan dan pembangunan memang dapat menciptakan permintaan baru terhadap tanah, hunian, perdagangan, dan jasa.

Jika kampus-kampus mulai beroperasi, masyarakat sekitar memiliki peluang membuka usaha rumah makan, rumah kos, toko, jasa transportasi, percetakan, layanan digital, hingga berbagai usaha penunjang aktivitas mahasiswa dan tenaga pendidikan.

Rantai ekonominya cukup jelas: kampus menghadirkan manusia, manusia menciptakan kebutuhan, dan kebutuhan melahirkan aktivitas ekonomi.

Efek berikutnya dapat dirasakan pemerintah daerah melalui berkembangnya kegiatan ekonomi dan potensi penerimaan daerah. Pembangunan kampus, perumahan, fasilitas kesehatan, serta berbagai fasilitas publik akan menciptakan aktivitas konstruksi dan jasa yang melibatkan banyak pelaku ekonomi.

Modal Konektivitas

Tarok City juga memiliki modal geografis yang penting.

Kawasan ini berada relatif dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau, jalur nasional Padang–Bukittinggi, serta koridor Tol Padang–Pekanbaru. Jalur kereta api Padang–Kayutanam juga menjadi bagian penting dari konektivitas kawasan.

Kedekatan dengan Kota Padang memperbesar peluang Tarok City menjadi kawasan pendidikan yang melayani mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.

Jika konektivitas jalan dan kereta api terus diperkuat, mobilitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pekerja, serta masyarakat akan semakin mudah. Kondisi tersebut dapat memperbesar daya tarik investasi di sekitar kawasan.

Karena itu, pembangunan akses masuk menuju Tarok City menjadi kebutuhan penting. Jalan kawasan akan menentukan kelancaran mobilisasi material pembangunan sekaligus aktivitas masyarakat ketika berbagai fasilitas mulai beroperasi.

Infrastruktur dan Investasi

Sejumlah pembangunan mulai memberikan tanda bahwa Tarok City terus bergerak. Pembangunan kampus ISI Padangpanjang menjadi salah satu bagian dari perkembangan kawasan. Rencana pembangunan perumahan bagi dosen UNP juga disebut mencapai sekitar 400 unit.

Rencana pengembangan fasilitas kesehatan oleh UNP turut memperbesar potensi terbentuknya ekosistem pendidikan dan layanan publik di kawasan tersebut.

Bagi Padang Pariaman, konsentrasi berbagai institusi dalam satu kawasan membuka peluang terbentuknya pusat aktivitas baru. Kawasan yang sebelumnya didominasi aktivitas perkebunan dapat berkembang menjadi ruang pendidikan, hunian, perdagangan, jasa, transportasi, dan pelayanan publik.

Perlu Tim Percepatan

Zulkarnain menyarankan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membentuk Tim Percepatan Pembangunan untuk memastikan pengembangan Tarok City berjalan terukur.

Tim tersebut dapat melakukan evaluasi terhadap seluruh peruntukan lahan, memperbarui peta pembangunan, memastikan kesiapan infrastruktur, serta mempertemukan pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang memiliki rencana pembangunan di kawasan tersebut.

Langkah itu penting karena pembangunan kawasan seluas 697 hektare membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap rencana memiliki tahapan, jadwal, sumber pembiayaan, serta target pembangunan yang jelas.

Menurut Zulkarnain, kepemimpinan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat memiliki peluang untuk mempercepat pengembangan Tarok City.

Ia juga menyebut dukungan pemerintah pusat sebagai faktor penting bagi keberlanjutan kawasan tersebut.

“Pak Airlangga selaku Menko Perekonomian adalah sahabat Bupati Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., dan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu tercatat sebagai koordinator proyek strategis nasional yang didalamnya termasuk Kawasan Tarokcity. Insyaallah, kelak Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City akan bersinar dan melahirkan generasi emas Sumatera Barat,” ujar Zulkarnain.

Ia juga menyebut rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Tarok City dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp250 miliar pada tahun mendatang.

Tarok City kini berada pada titik penting. Gagasan besar yang dirintis sejak era Ali Mukhni membutuhkan kesinambungan kebijakan, kepastian pembangunan, infrastruktur yang memadai, dan koordinasi lintas lembaga.

Jika seluruh unsur tersebut bergerak dalam satu arah, Tarok City memiliki peluang berkembang sebagai kawasan pendidikan dengan efek ekonomi yang luas. Kampus menjadi penggerak, infrastruktur menjadi penghubung, masyarakat menjadi pelaku ekonomi, dan pemerintah daerah menjadi pengarah ekosistemnya. Dari Korong Tarok, sebuah kawasan baru Padang Pariaman sedang mencari bentuk masa depannya.**

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


banner 325x300