Portal berita terpercaya dan terkini
Indeks

Satwa Buas Resahkan Warga Palembayan, Kapolsek : Tingkatkan Kewaspadaan

  • Share

 

Agam, Warga di Kecamatan Palembayan, Agam, diresahkan dengan kemunculan satwa liar yang diduga harimau Sumatera selama sepekan terakhir. Satwa langka bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu kerap berkeliaran di permukiman penduduk.

Kemunculan si inyiak belang itu dilaporkan sudah beberapa kali terdeteksi. Pertama kali muncul, satwa dilindungi ini diduga menyerang ternak warga di Nagari Sipinang. Konflik satwa ini berlanjut ke Marambuang, Nagari Baringin dan kali terakhir muncul menyerang kerbau warga Jorong Tamtaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Palembayan.

“Serangan satwa buas yang diduga harimau Sumatera itu diketahui pertama kali terjadi di Nagari Baringin pada 4 Maret lalu. Kerbau milik Mudahar terluka diterkam si inyiak belang. Namun sebelum itu, konflik satwa ini juga sudah terjadi di Nagari Sipinang,” kata Kapolsek Palembayan, Iptu Alwizi Safriadi, membenarkan keresahan warga atas teror hewan buas tersebut, Jumat (8/3).

Sejak Selasa lalu, kata Alwizi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA dalam menangani konflik satwa ini. Sehari berselang, pihak BKSDA bersama tim patroli anak nagari (Pagari) didampingi pihak kepolisian sudah memasang kamera trap di lokasi yang disinyalir tempat perlintasan satwa.

“Kami memasang satu kamera trap di Hulu Aie yang menjadi tempat pertama ditemukan jejak harimau. Pemasangan kamera kita lakukan selepas menyisir kawasan Sawah Laweh, Nagari Baringin,” sebutnya.

Di tengah upaya yang dilakukan untuk penanganan konflik satwa tersebut, Jumat pagi, serangan satwa kembali menelan korban ternak warga. Kerbau bernilai sekitar Rp 25 juta milik Asrial di Tamtaman, Nagari Tigo Koto Silungkang dilaporkan mati dimakan Harimau Sumatera.

Kapolsek mengimbau masyarakat Palembayan meningkatkan kewaspadaan ketika pergi ke hutan atau ke ladang. Ini mengingat, satwa buas yang diduga harimau Sumatera itu belum tertangkap dan masih berkeliaran.

“Ini sudah lebih dari satu ternak warga yang diterkam, makanya sangat perlu tingkatkan kewaspadaan,” imbaunya.

  • Share
Exit mobile version