Padang Pariaman – Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga kebutuhan pokok khususnya cabai merah dan bawang merah di pasar tradisional Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, mulai mengalami kenaikan signifikan. Hal ini dipicu oleh terganggunya jalur logistik akibat dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan pada Senin (15/12/2025), kenaikan harga dipengaruhi kuat oleh tingginya ongkos kirim. Jalur utama pengiriman barang kini terhambat akibat kemacetan di Sitinjau Lauat serta terputusnya akses jalan via Silaing, Padang Panjang, yang masih dalam tahap perbaikan.
Salah seorang, pemilik usaha Cabe yang merupakan salah satu distributor lokal utama di Pasar Lubuk Alung, menyebutkan bahwa harga cabai merah saat ini menyentuh angka Rp85.000 per kilogram.
“Sebelumnya harga cabai merah berada di kisaran Rp77.667 per kilogram, namun sekarang naik menjadi Rp85.000. Selain masalah transportasi, pasokan dari Aceh juga banyak yang rusak akibat bencana alam di sana. Saat ini kami mengandalkan stok dari Jawa dan Aceh,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin siang.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas bawang merah. Harga yang semula Rp38.000 per kilogram kini naik menjadi Rp42.000 per kilogram. Kenaikan ini juga disebabkan oleh kendala distribusi yang sama, yakni jalur lintas antar kota/kabupaten yang terputus pascabencana.
Menurutnya, saat ini komoditas cabai dan bawang dari lokal Sumatera Barat sangat sulit didapatkan karena lahan pertanian warga turut terdampak bencana. Akibatnya, distributor terpaksa mendatangkan barang dari luar daerah dengan konsekuensi biaya angkut yang lebih mahal.
Meskipun terjadi kenaikan harga, pihak distributor memastikan bahwa ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Nataru masih mencukupi.
“Stok aman dan mencukupi untuk Nataru, hanya saja kendalanya memang pada harga yang naik karena keterlambatan pengiriman akibat dampak pascabencana hidrometeorologi di Sumbar,” tutupnya.
Pihak terkait diharapkan terus memantau pergerakan harga di pasar guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi serta memastikan kelancaran jalur logistik sembako tetap terjaga.
(Red)











